Showing posts with label contoh pidato. Show all posts
Showing posts with label contoh pidato. Show all posts

Tuesday, February 7, 2012

Makalah agama: Metode Islam dalam Menjamin Kesejahteraan untuk semua umat


Makalah agama: Metode Islam dalam Menjamin Kesejahteraan untuk semua umat juga murni hasil copy paste, hehehehe, Makalah ini juga bisa digunakan sebagai contoh pidato, contoh pidato untuk khotbah jum'at, atau apapun sesuai dengan keperluan anda. 
anda tidak perlu mendownload Makalah agama: Metode Islam dalam Menjamin Kesejahteraan untuk semua umat, karena copy paste menyediakan gratis untuk anda. karena jika saya menggunakan sistem dowload akan menyulitkan anda yang membutuhkan Makalah agama: Metode Islam dalam Menjamin Kesejahteraan untuk semua umat. semoga ini bisa bermanfaat untuk anda.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Makalah agama: Metode Islam dalam Menjamin Kesejahteraan untuk semua umat

Hidup sejahtera merupakan dambaan setiap umat manusia. Sebab, tujuan, hidup di dunia adalah mendapatkan kebahagiaan hidup. Lalu, dibuatlah paradigma dan ukuran kesejahteraan[1] berikut policy, taktik, dan cara untuk meraihnya.
Pandangan terhadap kesejahteraan termasuk cara untuk meraihnya sangat tergantung dari sudut pandang manusia terhadap kehidupan ini. Ide kapitalisme dan sosialisme –suatu ideologi yang bercorak materialistik—menempatkan capaian materi, sebagai unsur mendasar bagi kebahagiaan. Keduanya juga memformulasikan strategi untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Sosialisme terbukti gagal menciptakan kesejahteraan. ‘Masyarakat equal’ tanpa kelas tidak pernah bisa diwujudkan pada tataran empirik. Produksi menurun sangat tajam. Pertumbuhan ekonomi sangat kecil. Lahirlah manusia-manusia mesin yang menuhankan materi. Kegagalan ide ini semakin tampak jelas, setelah rakyatnya meruntuhkan rejim sosialis di Rusia –sebagai representasi dari kekuatan sosialisme.
Di sisi lain, kapitalisme sebagai penyangga sistem dunia saat ini juga terbukti gagal menciptakan kesejahteraan manusia. Bahkan, ideologi ini telah menyeret manusia pada kehancuran-kehancuran yang lebih mengerikan lagi. Kebobrokan sistem kapitalisme, baik pada sistem hukum dan pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pendidikan, dan kesehatan telah nyata-nyata terpampang di depan mata.
Islam Menjamin Kesejahteraan Rakyat
Salah satu bagian terpenting dari syari’at Islam adalah adanya aturan-aturan yang berkaitan dengan jaminan pemenuhan kebutuhan pokok bagi tiap individu masyarakat, baik berupa pangan, pakaian, dan papan, serta lapangan pekerjaan. Berikut beberapa konsep Islam berkaitan dengan hal tersebut:
1. Mewajibkan dan memberikan dorongan spiritual kepada laki-laki agar bekerja untuk mencukupi kebutuhan pokok dirinya dan tanggungannya.
وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.”[TQS. al-Baqarah:233].
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ، فَيَحْتَطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَأْتِيَ رَجُلًا، فَيَسْأَلَهُ أَعْطَاهُ أَوْ مَنَعَهُ
“Demi Allah, jika seseorang di antara kamu membawa tali dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar, kemudian dipikul ke pasar untuk dijual, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, baik ia diberi atau ditolak. (HR. Bukhari & Muslim)
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ، خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
“Tidak ada orang yang makan makanan yang lebih baik daripada hasil pekerjaan tangannya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Daud makan dari hasil kerjanya sendiri” (HR. Bukhory)
2. Mewajibkan kepada sanak kerabat yg hidupnya sudah melebihi standar untuk menanggung saudaranya yang tidak mampu, bahkan tetangga juga punya kewajiban terhadap tetangganya.
ما آمن بي من بات شبعان وجاره جائع إلى جنبه وهو يعلم
"Tidak beriman kepada-Ku seorang yang tidur malam dalam keadaan kenyang, sementara tetangga sebelahnya lapar dan dia mengetahui" (HR.al Bazzar dan Thabarani, dengan sanad Hasan)
3. Memberikan peluang yang sama untuk hidup lebih sejahtera.
Khalifah Umar menyatakan: “Orang yang memagari tanah tidak berhak (atas tanah yang telah dipagarinya) setelah (membiarkannya) selama tiga tahun.” [2]
4. Melarang setiap hal yang dapat menimbulkan kekacauan ekonomi. Antara lain:
a. Riba[3]
b. Judi
c. Ghabn Fâhisy (penipuan harga dlm jual beli)
d. Tadlis (penipuan barang/alat tukar)
e. Ihtikar (menimbun)
f. Mengemis
"Wahai Qobishoh, sesungguhnya meminta itu tidak dibolehkan kecuali dalam salah satu dari tiga hal, yaitu : Seseorang (yang mendamaikan pertikaian antara manusia lalu) dia menanggung beban biayanya maka boleh baginya meminta hingga dia mendapatkannya kemudian dia berhenti dari meminta. Seseorang yang tertimpa bencana hingga musnah hartanya maka boleh baginya untuk meminta hingga dia mendapatkan hal yang bisa menopang hidupnya. Seseorang yang tertimpa kemiskinan yang sangat hingga 3 orang yang cerdik dari kaumnya berkata: telah menimpa orang itu kemiskinan yang sangat maka boleh bagi orang ini untuk meminta sampai dia mendapatkan hal yang bisa menopang hidupnya. Selain ketiga hal ini -wahai Qobishoh- meminta-minta itu termasuk memakan harta yang haram" (HR Muslim)
g. Setiap hal yang diharamkan Allah SWT, kalau dilanggar akan menimbulkan kerusakan.
5. Mewajibkan Negara untuk memelihara urusan rakyat dg ancaman yg berat bagi yang melalaikannya.
Rasulullah saw bersabda: “Seorang Imam adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyatnya, dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas rakyatnya.”[HR. Bukhari dan Muslim].
“Tidak ada seorang hamba yang dijadikan Allah mengatur rakyat, kemudian dia mati dalam keadaan menipu rakyatnya (tidak menunaikan hak rakyatnya), kecuali Allah akan haramkan dia (langsung masuk) surga.” (HR. Muslim)
Diantara tanggung jawab yang dipikul negara antara lain:
a. Memberikan pendidikan kepada rakyat, dan mendorong mereka untuk giat bekerja.
Pada masa Rasulullah, sebagai kepala negara, beliau membebankan biaya pendidikan ke baitul maal, Rasulullah pernah menetapkan kebijakan terhadap tawanan perang Badar, apabila seorang tawanan telah mengajar 10 orang penduduk Madinah dalam hal baca dan tulis akan dibebaskan sebagai tawanan. Ad-Damsyiqy menceritakan suatu kisah dari al-Wadliyah bin Atha’, yang mengatakan bahwa di kota Madinah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak. Oleh khalifah ‘Umar bin Khaththab ra guru-guru tersebut digaji 15 dinar tiap bulannya. [4]
Dalam suatu riwayat, Rasulullah Saw pernah mencium tangan Saad bin Muadz begitu melihat tangan Saad yang kasar karena bekerja keras. Beliau bersabda, “Inilah dua tangan yang dicintai Allah dan rasul-Nya!”[5]
b. Menciptakan lapangan kerja & menyuruh rakyatnya untuk bekerja.
Rasulullah pernah menyuruh seorang shahabat yg meminta untuk mengambil barangnya, kemudian Rasul melelangnya dan memberikan hasil penjualannya sambil berkata: …
وَقَالَ اشْتَرِ بِأَحَدِهِمَا طَعَامًا فَانْبِذْهُ إِلَى أَهْلِكَ وَاشْتَرِ بِالْآخَرِ قَدُومًا فَأْتِنِي بِهِ فَأَتَاهُ بِهِ فَشَدَّ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُودًا بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ لَهُ اذْهَبْ فَاحْتَطِبْ وَبِعْ وَلَا أَرَيَنَّكَ خَمْسَةَ عَشَرَ يَوْمًا
"Belilah makanan dengan satu dirham kemudian berikan kepada keluargamu, dan belilah kapak kemudian bawalah kepadaku." Kemudian orang tersebut membawanya kepada beliau, lalu Rasulullah mengikatkan kayu pada kapak tersebut dengan tangannya kemudian berkata kepadanya: "Pergilah kemudian carilah kayu dan juallah. Jangan sampai aku melihatmu selama lima belas hari." … (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah)
Ketika Khalifah Umar r.a. mendengar jawaban orang-orang yang berdiam di masjid di saat orang sibuk bekerja bahwa mereka bertawakkal, beliau berkata: “Kalian adalah orang-orang yang malas bekerja, padahal kalian tahu bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas dan perak.”
Kemudian Umar ra. mengusir mereka dari masjid, dan memberi mereka setakar biji-bijian. Beliau katakan pada mereka: “Tanamlah dan bertawakkallah kepada Allah!”
Dari sini, Imam Ghazali rahimahullah menyatakan bahwa wajib atas Waliyul amri (pemerintah) memberi sarana-sarana pekerjaan kepada para pencari kerja. [6]
c. Menyuruh rakyatnya yg hidup diatas standar untuk menanggung nafkah kerabatnya yg tidak mampu mencari nafkah.[7]
d. Negara wajib menanggung kebutuhan pokok rakyatnya saat rakyat tersebut sudah tidak mampu bekerja, dan kerabatnya juga hidupnya tidak melebihi standard.
“Barang siapa meninggalkan harta (kekayaan), maka (harta itu) untuk ahli warisnya, dan barang siapa meninggalkan keluarga (miskin yg tak mampu), maka itu menjadi tanggunganku kepadaku” (H.R. Bukhari).
‘Umar bin Khaththab. ra, pernah membangun suatu rumah yang diberi nama , “daar al-daaqiq’ (rumah tepung) antara Makkah dan Syam. Di dalam rumah itu tersedia berbagai macam jenis tepung, korma, dan barang-barang kebutuhan lainnya. Tujuan dibangunnya rumah itu adalah untuk menolong orang-orang yang singgah dalam perjalanan dan memenuhi kebutuhan orang-orang yang perlu sampai kebutuhannya terpenuhi.
Diriwayatkan melalui Umar ra. di mana ia melihat seorang kafir dzimmi yang mengemis, padahal dia sudah tua. Umar pun berkata; "Kami tidak adil kepadamu, kami mengambil jizyah darimu ketika kamu masih muda, dan hari ini kami telah menyia-nyiakanmu." Kemudian Umar ra memerintah untuk menjatah bahan makanan untuk orang ini dari Baitul Mal. (As Samarqandy, Tanbîhul Ghâfiliin)
6. Menjaga harta kaum muslimin dan menyerahkan pada yg berhak.
Suatu ketika Rasulullah bergegas setelah shalat Ashar, melangkahi pundak orang- orang menuju kamar istrinya, setelah kembali Beliau saw bersabda:
“Aku bergegas dari shalat karena aku ingat suatu lantakan emas yang masih tersimpan di rumah kami. Aku tidak suka jika barang itu menahanku, maka aku memerintahkan (kepada istriku) untuk membagi-bagikannya.” (HR. Bukhory)
Imam Ali juga meriwayatkan bahwa khalifah ‘umar pernah mencari unta zakat yg lepas, dan khawatir kalau diakhirat akan dituntut gara-gara menyia-nyiakan hak umat Islam (Al Ghazali, Mukâsyafatul Qulûb)
7. Mewajibkan kepada setiap rakyat untuk menolong yang kekurangan
Ketika negara memang tidak mempunyai kas lagi untuk menolong orang yang kekurangan, maka kewajiban ini kembali berasli ke umat Islam yang mempunyai kelebihan harta. Berkata Imam Ibnu Hazm dalam kitabnya, Al-Muhalla (4/281) “Orang-orang kaya ditempatnya masing-masing mempunyai kewajiban menolong orang-orang fakir dan miskin, dan pemerintah pada saat itu berhak memaksa orang-orang kaya (untuk menolong fakir-miskin).
Makalah agama: Metode Islam dalam Menjamin Kesejahteraan untuk semua umat
under arsip: Copy paste
sebagai referensi baca juga
  1. Catatan Kritis Pelaksanaan Hukum di Indonesia, yang tidak memihak pada rakyat kecil 
  2. Makalah Agama: Tidak Ada Paksaan Untuk (Memasuki) Agama (Islam) 
  3. contoh pidato khutbah jum'at menyambut maulid nabi Muhammad SAW 
  4. sample speech for the celebration of Valentine's Day of 2012
my labels




contoh pidato khutbah jum'at menyambut maulid nabi Muhammad SAW


Berikut ini adalah contoh pidato khutbah jum'at menyambut maulid nabi Muhammad SAW, yang kami peroleh melalui copy paste. Dalam rangka menyambut Maulid nabi muhammad SAW, Pada khotbah jum'at pun pantasnya bertemakan tentang Maulid nabi Muhammad SAW.

berikut salah satu format teks pidato khutbah jum'at  peringatan maulid nabi muhammad, dalam contoh pidato ini hanya sebagai sampel, sedang untuk  kontekstualisasi dan penyesuaian bisa disesuaikan sendiri.   contoh pidato maulid nabi ini saya dapatkan dari ziddu, karena kebanyakan postingan mengenai sambutan atau pidato khutbah jum'at tentang maulid nabi muhammad harus didownload melalui situs download, jadi kalau bagi mereka yang kurang suka atau kurang paham tentang downloadan maka jadi sulit, sehingga copypaste kali ini , memposting ” contoh pidato khutbah jum'at  peringatan maulid nabi muhammad SAW”  tiada lain untuk lebih mempermudah. semoga bermanfaat.  untuk format lain tentang pidato maulid nabi bisa dilihat dipostingan perkuliahan, sebelumnya yaitu di ” pidato khutbah jum'at sambutan maulid nabi muhammad SAW



الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالهُدَى وَدِيْنِ الحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ المُشْرِكُوْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ …أَمَّا بَعْدُ…..فَيَا عِبَادَ اللهِ ! اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاتمَوُْتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

مَعَاشِرَ المُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT yang telah mengutus Rasul-Nya yang mulia, sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dalam setiap aspek kehidupan, Rasulullah Muhammad SAW adalah sebaik-baik teladan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al Ahzab ayat 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Rasulullah adalah orang yang sangat lembut dan penyayang. Imam Bukhâri meriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata:

Suatu ketika aku pernah berjalan bersama Rasulullah saw. Beliau saat itu memakai selendang Najran yang kasar tepinya. Tiba-tiba ada seorang Arab desa bertemu dengan beliau, lalu menarik selendang beliau dengan kuat, hingga aku melihat di bagian leher beliau ada bekas ujung selendang itu akibat kuatnya tarikan tersebut. Orang itu kemudian berkata, “Wahai Muhammad! Berikanlah kepadaku sebagian dari harta Allah yang ada padamu.” Rasulullah saw. meliriknya, lalu tersenyum dan memerintahkanku untuk memberikan sesuatu kepadanya.

Disisi lain Rasulullah sangat tegas dalam menegakkan syari’ah Allah SWT, beliau tidak berkompromi dalam masalah halal-dan haram, bahkan terhadap anak kecil, cucu beliau sendiri. Abu Hurairah r.a menceritakan bahwa Al-Hasan bin Ali, cucu Rasulullah SAW telah mengambil sebagian kurma sedekah (zakat), lalu memakannya. Maka Rasulullah bersabda:

«كِخْ كِخْ، ارْمِ بِهَا، أَمَا عَلِمْتَ أَنَّا لَا نَأْكُلُ الصَّدَقَةَ؟»

“Kikh- kikh (tidak boleh, tidak boleh), buang kurma itu! Apakah engkau tidak tahu bahwa (keluarga) kita tidak boleh memakan harta sedekah (zakat).” (HR. Muslim).

مَعَاشِرَ المُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Kita tidak bisa disebut meneladani Rasulullah SAW kalau kita hanya mencontoh kelembutan beliau, namun tidak mencontoh ketegasan beliau, terlebih lagi kalau kita berlemahlembut kepada orang yang melecehkan Islam, kita baru bisa tegas dan keras kalau orang merugikan kepentingan pribadi kita. Sungguh sikap seperti ini disindir oleh Al Hâfidz Ibnu Abdil Barr (w. 463 H) dalam kitab Bahjatul Majâlis:

أَأَخِي إِنَّ مِنَ الرِّجَالِ بَهِيْمَةً – فِي صُوْرَةِ الرَّجُلِ السَّمِيْعِ الْمُبْصِرِ

فِطَنٌ لِكُلِّ مُصِيْبَةٍ فِي مَالِهِ – وَ إِذَا يُصَابُ بِدِيْنِهِ لَمْ يَشْعُرْ

wahai saudaraku, sesungguhnya di antara laki-laki (ada) binatang – dalam bentuk seorang laki-laki yang mendengar dan melihat

(dia) cerdas pada setiap musibah yang menimpa hartanya – namun, jika agamanya yang ditimpa musibah ia tidak pernah merasa

مَعَاشِرَ المُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Sungguh, dalam pelaksanaan hukum-hukum Allah, Rasulullah saw bersikap sangat tegas, beliau tidak kenal kompromi, tidak memandang apakah orang lain akan menerimanya atau tidak, apakah akan populer ataukah justru akan dicaci. Rasulullah pernah marah kepada Usamah bin Zaid tatkala melobi Rasulullah untuk meringankan hukuman wanita dari kabilah Makhzumiyah yang telah mencuri. Rasulullah juga bersikap tegas dalam memerintahkan anak-anak untuk shalat, bahkan menyuruh memukul mereka ketika mereka enggan sholat padahal mereka belum baligh namun sudah berusia 10 tahun.

Rasulullah juga bersikap tegas kepada siapa saja yang melecehkan umat Islam, beliau mengusir yahudi bani Qainuqa dari Madinah dipicu oleh pelecehan mereka terhadap satu orang muslimah. Ketika musailamah yang mengaku nabi, menulis surat kepada Rasul SAW, antara lain berbunyi : “Amma ba’du, dari Musailamah utusan Allah kepada Muhammad utusan Allah. Sesungguhnya bumi ini dibagi dua; separoh untukmu dan separuh untukku.” Maka dengan tegas Beliau SAW membalas: “Amma ba’du, dari Muhammad Rasulullah kepada Musailamah si pendusta besar. Sesungguhnya bumi ini milik Alloh. Dia mewariskannya kepada siapapun yang Dia kehendaki.” Kemudian beliau berkata kepada utusan musailamah:

أَمَا وَ اللَّهِ لَوْلَا أَنَّ الرُّسُلَ لَا تُقْتَلُ لَضَرَبْتُ أَعْنَاقَكُمَا

“Demi Allah, seandainya tidak karena para utusan itu tidak boleh dibunuh, sungguh telah kupenggal leher kalian berdua!” (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih, juga diriwayatkan Imam Ahmad, Al Bazzar dan Abu Ya’la dg sanad hasan).

Khalifah Abu Bakar r.a kemudian berhasil menumpas musailamah, pengikutnya banyak yang bertaubat, bahkan istrinya musailamah akhirnya taubat menjadi muslim yang baik.

مَعَاشِرَ المُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله

Berlarut-larutnya kasus Ahmadiyah sampai saat ini adalah akibat ketidaktegasan penguasa dalam mengambil keputusan untuk melarang ahmadiyah, padahal MUI sudah menegaskan fatwa sesatnya Ahmadiyah, begitu juga SKB 3 menteri. Semoga Allah memudahkan kita untuk mencontoh kelembutan sekaligus ketegasan Rasulullah SAW dan menempatkannya sesuai dengan ketentuan hukum syari’at yang Beliau SAW bawa.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad SAW), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali ‘Imran 31)

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْاَنِ الْعَظِيم، وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الاَيَاتِ وَ الذِّكْرِ الحَكِيْم اَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيمْ – لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَالْغَفُوْرُ الرَّحِيمِ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

أَمَّا بَعْدُ؛ مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ أَرْشَدَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. أَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. أَللّهُمَّ اَعِزِّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَصْلِحْ وُلاةَ المُسْلِمِيْنَ وَألِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَمَلِ بِمَا فِيْهِ صَلاَحُ الإسْلامِ وَالمُسْلِمِيْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

contoh pidato khutbah jum'at menyambut maulid nabi Muhammad SAW
under arsip copypaste



  1. Catatan Kritis Pelaksanaan Hukum di Indonesia, yang tidak memihak pada rakyat kecil 
  2. Makalah Agama: Tidak Ada Paksaan Untuk (Memasuki) Agama (Islam) 
  3. sample speech for the celebration of Valentine's Day of 2012
  4. I never had a a reason to love you, because I would never have a reason to leave
my labels


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls